Rehabilitasi Anak Berkebutuhan Khusus Gratis, Tapi Terkendala Akses
19 Juli 2026
Jakarta: Pendampingan anak berkebutuhan khusus bukan hanya tugas orang tua, tapi seluruh pihak berperan penting. Meski Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah menggratiskan rehabilitasi anak berkebutuhan khusus, tapi akses masih menjadi masalah."Tapi namanya nggak ada transportasi, nggak ada on-cost, siapa yang mau berangkat ke rumah sakit," ujar Asisten Deputi Penyediaan Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (Layanan AMPK) Kementerian Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Ciput Purwianti, usai taklimat media, di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Ia menambahkan, anak berkebutuhan khusus di daerah paling terdampak. Selain transportasi, ketersediaan layanan rehabilitasi juga terbatas.
Ciput berharap, dunia usaha bisa turut berkontribusi dalam menyukseskan pelayanan anak berkebutuhan khusus. Di sisi lain, masyarakat juga bisa melakukan inovasi-inovasi dalam penyediaan transportasi bagi keluarga dengan anak berkebutuhan khusus yang kekurangan sumber daya.
