Menkes Budi Dorong Registri Anak Berkebutuhan Khusus, Termasuk Down Syndrome
16 Mei 2025
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian registri anak secara nasional, terutama bagi anak-anak dengan kondisi khusus seperti Down Syndrome dan penyakit jantung bawaan. Imbauan ini disampaikan Menkes dalam peringatan Hari Down Syndrome Sedunia 2025 yang digelar di RSAB Harapan Kita, Jakarta.
“Database-nya harus jadi, registry-nya harus jadi. Ini harus diselesaikan cepat,” tegas Menkes Budi dalam sambutannya.
Menurut Menkes, data yang akurat sangat penting untuk menyusun kebijakan kesehatan yang tepat sasaran, terutama dalam memperkuat layanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Proses penyusunan registri saat ini dipercayakan kepada Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas.
4.300 Bayi dengan Penyakit Jantung Bawaan
Berdasarkan data dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebanyak 400 ribu bayi baru lahir telah menjalani skrining dini terhadap enam jenis penyakit, termasuk hipotiroid kongenital. Dari angka tersebut, tercatat sekitar 4.300 bayi mengalami penyakit jantung bawaan (congenital heart disease), menjadikannya sebagai kasus terbanyak kedua setelah kelainan empedu. Angka ini mewakili sekitar 1% dari total bayi yang diperiksa.
Diketahui, sekitar 50% anak-anak dengan Down Syndrome juga memiliki penyakit jantung bawaan. Oleh karena itu, Menkes mendorong agar dilakukan penelusuran lebih lanjut terhadap data 4.300 kasus tersebut.
“Yang saya minta sekarang adalah sumber data yang betul-betul bisa menyelesaikan child registry ini,” kata Menkes Budi.
