Tweet
SEKOLAH INKLUSI, HOME CARE & VISIT TERAPI, KLINIK TUMBUH KEMBANG
www.anakspesialhebat.com
Login
News
8 Februari 2016
SLB Anugerah, Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis
Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis detail

8 Februari 2016
Anak Berkebutuhan Khusus Lincah Bermain Barongsai
Anak Berkebutuhan Khusus detail

15 November 2015
Mengasuh Tanpa Mengasihi
Mengasuh Tanpa Mengasihi detail

5 November 2015
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil detail

» index berita
Others
www.autisme.or.id

Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil


5 November 2015

Jakarta, Tahukah Anda senter kecil yang biasa digunakan dokter untuk memeriksa pupil pasien? Sekarang, sebuah studi dari Washington State University menemukan bahwa cara tersebut kini bisa memprediksi diagnosa untuk kelainan autisme. Penelitian menunjukan bahwa ujian sederhana ini bisa menjadi alat mengukur kondisi fisiologi dari autisme, gangguan perkembangan saraf yang biasa ditandai dengen kesulitan interaksi sosial dan pola perilaku yang berulang.

Kekhwatiran anak-anak terkena autisme biasanya muncul di saat mereka tidak mengalami perkembangan dengan wajar. Akan tetapi, dalam membuat diagsnosa, psikolog harus mempelajari dan mengevaluasi dahulu beberapa perilaku pasien, karena belum adanya tes medis untuk kelainan semacam ini. Menurut Autism Speaks, penilaian tidak bisa dipastikan hingga anak berusia 2 atau 3 tahun, atau hingga perilaku anak menjadi stabil. Padahal, jika diberi latihan dan terapi dari awal, mungkin bisa membuat perbedaan tertentu.

Georgina Lynch, asisten profesor klinik patologi wicara-bahasa, dan rekan-rekannya bekerja sama dengan 24 anak dan remaja di usia antara 10 dan 17 tahun. Setengah dari pastisipan megalami perkembangan seperti biasa, dan setengahnya memiliki autisme. Selama empat percobaan, peneliti mengukur refleks pupil para partsipan dalam memberi respons terhadap cahaya selama empat detik setiap matanya.

Sebanyak 70 persen dari pengujian, pupil anak-anak dengan autisme terlihat lebih banyak mengerut.

Peneliti mengatakan, bahwa apa yang mereka temukan menguatkan bukti bahwa pupil anak-anak autisme mengerut lebih lambat terhadap kilatan cahaya. "Kami memilih tes ini karena dapat mengidentifikasi peningkatan tekanan cairan serebrospinal, yang jika dipindai akan terlihat gejala-gejala autisme," ujar Lynch seperti dikutip dari Medical Daily pada Jumat (16/10/2015). 

Lebih jauh lagi, Lynch dan rekan-rekan juga mengukur saraf kranial dan motilitas okular untuk menjadi bukti adanya kegagalan fungsi saraf pada batang otak. "Hal seperti ini akan menjelaskan kenapa anak dengan autisme sangat kesulitan membuat kontak mata dan sangat sensitif dengan cahaya terang," jelas Lynch. Setelah berhasil divalidasi, tes refleks pupil ini bisa dilakukan secara rutin kepada setiap anak untuk mengetahui apakah ada autisme atau tidak.(detikhealth)



Baca juga
  » 8 Februari 2016
SLB Anugerah, Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis
Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis

  » 8 Februari 2016
Anak Berkebutuhan Khusus Lincah Bermain Barongsai
Anak Berkebutuhan Khusus

  » 15 November 2015
Mengasuh Tanpa Mengasihi
Mengasuh Tanpa Mengasihi

  » 26 Januari 2015
Penyebab Stroke pada Anak dan Remaja
Penyebab Stroke pada Anak dan Remaja

  » 15 April 2013
Anak Autis Tidak Bodoh
Anak Autis Tidak Bodoh

Information
Search
Search:

Clinic & School | Home Visit Terapi | Training
Office : JL. Masjid No. 42 Pesanggrahan Jakarta Selatan
Branch : Graha Taman Elang Blok I No. 5 Tangerang
Telp : ( 021 ) 94680818  / 0817 646 1878 / 0813 8758 4008 
© 2011 www.anakspesialhebat.com


Toko Online